Minggu, 21 Agustus 2016

Tenang, Rokok Tidak Bakal Naik

Indonesia ini memang negara yang unik, apa saja bisa menjadi heboh, cabe naik heboh, daging naik heboh, dan lain sebagainya. Dan kini wacana (catet baru wacana) tentang kenaikan harga rokok ini sudah sukses menjadi kehebohan nasional. 

Sangat beralasan jika kenaikan harga rokok yang konon katanya akan naik hingga mencapai 50 ribu menjadi heboh nasional, sama beralasannya seperti hebohnya kenaikan cabe atau daging. 

Pasalnya rokok itu memang serupa namun tidak sama dengan cabe dan daging, sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Ada ungkapan unik di kalangan para perokok, "habis makan tanpa rokok itu, ibarat habis BAB tapi belum cebok", kurang sempurna katanya. Jadi rokok itu seperti "lauk" disetiap makanan, sama wajibnya seperti keberadaan cabe dan daging.

Tapi jangan khawatir, rokok tidak bakal naik, paling tidak untuk satu atau dua generasi kedepan. Pemerintah tidak bakal berani ambil resiko menaikkan harga rokok, usulan dari DPR ini bakal dimentahkan oleh pemerintah.

Pasalnya pemerintah butuh indikator pertumbuhan ekonomi yang bagus untuk menarik investor datang ke Indonesia. Jika rokok dinaikkan hingga 50 ribu, maka banyak hal buruk akan terjadi.

Rokok dan "ubarampe-nya" akan menyeret banyak hal, seperti pengurangan besar-besaran buruh pabrik rokok, petani tembakau yang bakal kehilangan penghasilannya, dan juga berkurangya pendapatan pemerintah dari cukai rokok, dll.

Dibalik itu semua, ada yang bilang kenaikan harga rokok ini hanyalah pengaligan isu nasonal saja, isu yang dipakai untuk mengalihkan perhatian rakyat yang kebetulan memang senang dengan kehebohan.

Misalnya saja mengalihkan isu dwi kewarganegaraan, bukan saja tentang Arcandra atau Gloria, tapi konon katanya menteri Rini juga diterpa isu yang sama. Atau tentang disetujuinya ekspor konsentrat freeport, atau bahkan mungkin rencana memperpanjang kontrak freeport itu sendiri, dan banyak hal lain.

Kehebohan seperti ini biasanya menjadi cara ampuh mengalihkan sebuah isu, seperti hilangnya berita panama papers beberapa waktu lalu, yang konon ada nama beberapa nama petinggi negeri ini, yang kini isu tersebut hilang tak berbekas hanya dalam hitungan bulan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar